Penyengatnews.com, KOTA JAMBI – Aksi penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) diduga masih berseliweran di dalam wilayah Kota Jambi, salah satu titik yang kini disebut sebut marak terjadi penimbunan, ada di seputaran Tanjung Lumut dan Jalan Baru. Aparat penegak hukum diminta lebih ketat melakukan pengawasan dan menindak tegas pelakunya.
Usaha ilegal berupa penimbunan BBM yang dilakoni oleh sejumlah pihak akhir akhir ini, banyak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, karena dampaknya yang dinilai negatif, akibat tidak dikelola secara profesional, keberadaan gudang gudang tempat menimbun BBM berskala besar, kerap membahayakan serta mengancam keselamatan, selain limbahnya yang dikhawatirkan dapat mencemari lingkungan, juga rawan terjadi kebakaran secara tiba tiba, karena kondisi tempatnya yang sensitif terhadap percikan api, seperti puntung rokok dan bahan pemicu lainnya, bahkan, tak sedikit tempat penampungan minyak ilegal yang terbakar turut disertai dengan ledakan yang bisa membahayakan orang lain di sekitar tempat usaha tersebut, tak jarang, peristiwa kebakaran gudang BBM Ilegal juga menimbulkan korban jiwa.
Dampak negatif lain terkait aksi nekat sejumlah pihak yang mendirikan usaha penimbunan BBM secara ilegal, juga dapat merugikan negara, karena aksi para pelangsir dinilai telah mengganggu jumlah pasokan yang setiap hari didistribusikan oleh pertamina ke masing masing stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), pasokan yang semestinya mampu memenuhi kebutuhan kendaraan yang ada, nyatanya masih kurang dan cepat habis, sehingga tak heran, masyarakat hampir setiap hari, disuguhi pemandangan antrian mobil mobil mengisi BBM jenis solar yang tak kunjung reda di sejumlah SPBU yang ada.
Hasil ivestigasi menyebut dua wilayah di Jamtim dan Jamsel jadi lahan empuk aksi timbun BBM Ilegal
Investigasi singkat yang dilakukan media ini, mendapati hasil yang cukup mencengangkan, ternyata, kawasan Tanjung Lumut dan jalan baru, kini disebut sebut menjadi wilayah primadona bagi peredaran BBM Ilegal, menurut informasi yang berkembang di lapangan, aksi penimbunan secara besar besaran masih kerap dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Sejumlah sumber yang enggan disebutkan identitasnya menceritakan, keberadaan pelangsir BBM dari salah satu SPBU di seputaran Tanjung Lumut hampir tiap hari beraksi, hanya saja, tidak banyak yang tahu, menurut sumber terpercaya, aksi nekat tersebut disinyalir sudah teroganisir dan pelakunya berkelompok.
“Kalau mau tau bang, turun bae ke setiap SPBU yang ado pengisian minyak solarnyo, pantau bae, pasti ado pengisian ke tangki mobil yang secaro kasat mato, tidak wajar jumlahnyo, misal, normalnyo, kapasitas maksimal isi tangkinyo 30 liter, terus dio biso ngisi sampai 70 liter, itu biso dipastikan pelangsir solar tu.” Ungkap sumber meyakinkan media ini.
Kawasan tanjung lumut tak hanya jadi tempat empuk bagi para pelangsir solar, melainkan juga primadona berdirinya tempat tempat kenimbun BBM (tempat transit.red.), selain Tanjung Lumut seperti disampaikan sumber, di sepanjang jalan baru juga banyak tempat yang dijadikan gudang penyimpanan BBM jenis solar, sebelum didistribusikan kepada pembeli yang telah menjadi langganan pemesanan, solar hasil langsiran terlebih dahulu disimpan di gudang gudang sederhana menggunakan tedmon berukuran besar.
Publik kini menanti tindakan tegas dari aparat terkait, akankah temuan ini ditindak lanjuti, atau hanya sebatas informasi tanpa arti?? Aksi kejahatan ini, semakin hari kian jelas terlihat di depan mata. Kinerja aparat penegak hukum di jambi diuji untuk menertibkan aksi aksi yang terus merugikan tersebut. (Dil).

Social Header