Penyengatnew.com, MUARO JAMBI – Sejumlah aktifis sekaligus pemerhati sosial dan hukum di Jambi, kini mulai menyoroti serius aliran dana proyek pembangunan jalan tol Jambi - Tempino seksi 4. Mereka mulai menyuarakan desakan agar BPK RI perwakilan Jambi segera melakukan audit investigasi sebagai buntut dari adanya dugaan manipulasi dokumen untuk melakukan pencairan uang negara
Aksi koboi seorang oknum bernama Rahmad yang diduga melakukan pencairan uang negara pakai dokumen palsu, kini semakin disorot berbagai pihak, sorotan yang tak kalah serius kali ini, datang dari Dian, aktifis dan pemerhati sosial di Muaro Jambi. Dia menyebut, proses pencairan dana atau uang negara menggunakan dokumen palsu, merupakan kejahatan yang serius.
Oleh karena itu, Dian mendesak agar pihak pihak terkait turun tangan menyelidiki kebenaran tersebut, Dian bahkan berencana menyurati pihak Badan Pemeriksa Keuangan perwakilan Jambi ( BPK RI) untuk memeriksa dan mengaudit aliran dana pembayaran jalan tol.
“Ya, akan kita ajukan ke BPK RI untuk segera dilakukan audit investigasi, agar semuanya terang benderang. Jika memang terbukti ada kecurangan, kita minta APH tangkap orang yang berkenaan langsung dengan pencairan saat itu”. tegas Dian melalui media ini.
Diberitakan sebelumnya, Seorang oknum bernama Rahmad rekanan penyuplai material tanah urug/timbunan untuk proyek pembangunan jalan tol, diduga secara pihak telah melakukan pencairan anggaran negara bernilai milyaran rupiah melalui pihak HKI, proses pengajuan pencairan oleh Rahmad diketahui dengan membawa bendera perusahaan Jaya Tambang Abadi (CV. JTA) dengan nama Direktur Bambang Supriadi pada sekitar bulan Desember 2024, sementara menurut pengakuan Bambang Supriadi pada rentang waktu bulan Oktober-November 2024, ia telah secara resmi mengundurkan diri dari jabatan Dirut CV. JTA.
Hingga berita ini diterbitkan, seorang oknum bernama Rahmad lagi lagi tak bergeming, sejumlah upaya konfirmasi yang sempat dilayangkan media ini, tidak pernah mendapat respon. (Andil)

Social Header